
BKAnews – Fakultas Teknologi Informasi Universitas Merdeka (UNMER) Malang menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 dengan penuh antusiasme. Mengusung tema “Mencetak Mahasiswa yang Aktif dan Berkreatif”, kegiatan ini mencerminkan tekad FTI untuk melahirkan generasi baru yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Tahun ini, Muhammad Ismail, mahasiswa angkatan 2023, kembali dipercaya menjadi Ketua Pelaksana. Ia mengakui amanah tersebut merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Menurutnya, tantangan utama pelaksanaan PKKMB FTI terletak pada waktu persiapan yang sangat singkat, hanya satu minggu. Demi memastikan koordinasi tetap terarah, ia memilih untuk turun langsung memimpin jalannya persiapan. “Awalnya khawatir kalau diserahkan ke orang lain waktunya tidak cukup. Maka saya ambil posisi ketua, dan alhamdulillah teman-teman kompak serta percaya bisa menyelesaikan persiapan dalam waktu singkat,” ungkap Ismail. Kendati persiapan terbatas, kerja sama antara panitia mahasiswa, dosen, dan pihak fakultas berjalan harmonis. Setiap divisi mampu berkoordinasi dengan baik, ditambah dukungan penuh dari struktur kepengurusan FTI yang memperkuat pelaksanaan acara.
PKKMB tahun ini juga hadir dengan konsep yang lebih variatif. Selain penyampaian materi pengenalan kampus, panitia menambahkan sesi inagurasi sederhana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan mahasiswa baru. Tema besar yang diusung diharapkan menjadi bekal agar mahasiswa FTI lebih aktif dalam organisasi maupun kegiatan akademik. Hari pertama kegiatan diawali dengan talkshow bersama Dekan FTI, Dr. Mardiana Andarwati, SE., MSi., beserta Kaprodi dan Sekprodi FTI UNMER Malang, yang memperkenalkan Program Studi S1 Sistem Informasi sekaligus memberikan gambaran peluang dari program Kampus Berdampak. Selanjutnya, peserta menerima materi mengenai tata krama kehidupan kampus, literasi digital, serta pengenalan peminatan dan laboratorium.
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan lembaga kemahasiswaan melalui talkshow bersama BEM, DPM, dan IndevPro. Agenda hari pertama ditutup dengan sesi minigames yang mempererat keakraban antar peserta. Pada hari kedua, rangkaian kegiatan berfokus pada materi tentang sistem pendidikan tinggi, pengenalan SIAKAD, dan pengisian KRS. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan kampus serta pentingnya menciptakan suasana belajar yang aman dan inklusif. Untuk menjaga semangat, panitia menyelipkan kembali sesi minigames sebelum menutup kegiatan dengan outbond yang menekankan nilai kerja sama tim.
Meski baru berjalan setengah hari, Ismail menilai antusiasme mahasiswa baru sudah terlihat jelas. “Mereka mencatat materi dengan serius dan mengikuti sesi dengan baik. Itu tanda semangat mereka cukup tinggi,” ujarnya.