
BKAnews – Shallya Yudha Tama, mahasiswa semester 6 Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Merdeka Malang, berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang kompetisi internasional yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan. Selain lomba, kegiatan ini juga melibatkan program pengabdian masyarakat di Rumah Jagaan dan Rawatan Orang Tua Al-Ikhlas, Selangor, Malaysia.
Ketertarikannya pada isu lingkungan, khususnya gaya hidup anak muda, mendorong Shallya mengangkat topik limbah kosmetik melalui ide Beauty Eco Shield, sebuah platform digital berbasis ekonomi sirkular yang menghubungkan konsumen, pengelola limbah, dan pelaku industri kecantikan. “Fenomena meningkatnya limbah kosmetik di Kota Malang menjadi perhatian kami. Belum ada sistem khusus untuk mendaur ulang kemasan seperti botol serum, sheet mask, atau krim wajah. Dari keresahan itu, lahirlah ide solusi yang bukan hanya berdampak lingkungan, tapi juga ekonomis,” jelasnya.
Dalam menyusun business plan, tim melakukan riset pasar dengan pendekatan demografis dan psikografis, menargetkan generasi muda peduli lingkungan serta pelaku bisnis kosmetik yang ingin bertransformasi menuju keberlanjutan. Analisis kelayakan bahkan menunjukkan hasil menjanjikan dengan nilai NPV lebih dari Rp60 juta dan DPP hanya 2 tahun 3 bulan.
Pengalaman kompetisi ini, menurut Shallya, menjadi kesempatan berharga untuk kolaborasi lintas budaya dan belajar langsung di ruang global. Dukungan dosen pembimbing, di antaranya Ibu Irany Windhyastiti, S.E., M.M., Ibu Dyah Setyawati, S.E., M.M., dan Bapak Faiz Akbar Leksananda, S.Hum., M.A., juga menjadi faktor penting keberhasilannya. Ke depan, Shallya menargetkan untuk mendalami riset pasar terkait ekonomi hijau dan inovasi berkelanjutan, sekaligus mengembangkan ide menjadi praktik nyata dalam bentuk startup atau social enterprise. “Saya ingin riset jadi fondasi utama solusi nyata, bukan sekadar teori,” pungkasnya.