BKANews – Pembukaan KKN Reguler Ganjil 2025/2026 Universitas Merdeka Malang dilaksanakan secara hybrid pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Ruang Pusat Pertemuan Ilmiah lantai 3 Gedung Rektorat. Kegiatan ini diikuti oleh 743 mahasiswa peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, serta sejumlah pemangku kepentingan eksternal. Turut hadir jajaran pimpinan universitas, perwakilan Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, kepala desa se-Kecamatan Wagir, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang. Dalam laporannya, Ketua LPPM menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini dipusatkan di Kecamatan Wagir dengan penempatan mahasiswa di 12 desa.

Program KKN difokuskan pada pemberdayaan masyarakat baik secara fisik maupun nonfisik, sekaligus diarahkan untuk menghasilkan luaran akademik dan kekayaan intelektual. Bentuk output yang ditargetkan meliputi publikasi artikel jurnal, prosiding, PKM-AI, hingga karya poster dan video yang didaftarkan hak cipta. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan penguatan kemitraan melalui kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan BPJS Ketenagakerjaan. Ketua LPPM menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan relasi dengan masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Rektor I yang mewakili Rektor, dengan pesan agar mahasiswa mampu menjadi representasi kampus selama menjalankan pengabdian di desa. Pada kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmen perlindungan jaminan sosial bagi mahasiswa KKN sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara universitas, pemerintah daerah, dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk sinergi dalam menyukseskan pelaksanaan KKN Reguler Ganjil 2025/2026.