
BKANews – Universitas Merdeka Malang kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan industri melalui penyelenggaraan Kumophoria 2026 pada 19–20 Januari 2026. Digagas oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kegiatan ini menjadi bentuk konkret penerapan Project-Based Learning yang menghubungkan proses akademik dengan praktik nyata di masyarakat. Dengan semangat “UNMER Exceed”, Program Studi Ilmu Komunikasi menghadirkan ruang pembelajaran yang menyerupai industri profesional melalui pameran fotografi, desain grafis, serta pemutaran film dokumenter sebagai luaran kreatif mahasiswa.
Antusiasme publik terlihat dari tingginya jumlah pengunjung pada setiap rangkaian acara. Pameran fotografi bertema “Father is Hero” karya mahasiswa Semester 1 menarik ratusan pengunjung, begitu pula pameran desain grafis mahasiswa Semester 3 yang mendapat respons positif. Karya-karya tersebut merefleksikan kualitas pembelajaran yang tidak berhenti pada aspek teoretis, melainkan menumbuhkan sensitivitas sosial terhadap isu keluarga dan budaya, selaras dengan tujuan Pendidikan Berkualitas (SDG 4). Keistimewaan Kumophoria juga tampak pada keterlibatan 87 siswa dari 12 SMA/SMK se-Malang Raya yang hadir sebagai partisipan aktif, memperluas fungsi kampus sebagai ruang edukasi sekaligus pengenalan ekosistem industri kreatif sejak dini.

Interaksi lintas jenjang pendidikan ini memperkuat kontribusi kampus terhadap SDG 8 dan SDG 9, di mana mahasiswa berlatih mengelola event dan mempresentasikan karya secara profesional, sementara pelajar memperoleh gambaran nyata tentang peluang karier di sektor ekonomi kreatif. Sesi pemutaran film dokumenter—termasuk nominasi karya pelajar—menjadi momentum kolaboratif yang menghadirkan kampus sebagai ruang diskursus publik yang inklusif. Keberhasilan Kumophoria 2026 menegaskan peran UNMER Malang sebagai pusat kreativitas yang mampu menyinergikan potensi akademik dan kebutuhan masyarakat dalam melahirkan generasi yang visioner dan adaptif.