BKANews – Mohamad Raffino Febastian, mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Merdeka Malang, berhasil meraih medali emas pada kelas Dewasa C (55–60 kg) dalam ajang Pencak Silat Nasional Batu Championship 2 yang digelar di GOR Gajah Mada, Kota Batu. Raffino telah menekuni pencak silat sejak 2019, bergabung dengan komunitas silat lokal saat masih SMP, dan rutin mengikuti berbagai kompetisi untuk mengembangkan teknik sekaligus ketahanan mental. Meski sudah berpengalaman, ia mengaku masih merasakan ketegangan ketika memasuki gelanggang—atmosfer sorotan lampu dan riuh penonton terasa jauh berbeda dari latihan. Namun, momen tersebut menjadi ajang pembuktian atas kerja kerasnya selama ini.

“Begitu menang, saya langsung teriak lega. Semua latihan, diet, dan rasa sakit terbayar,” ungkapnya. Bagi Raffino, kemenangan bukan sekadar medali, tetapi bentuk ketuntasan proses dan integritas. Sebagai mahasiswa dan atlet, ia berusaha menjaga keseimbangan antara perkuliahan dan latihan dengan menyelesaikan tugas lebih awal agar jadwal latihan tidak terganggu. Program latihannya meliputi penguatan fisik, teknik, serta pengaturan berat badan dari 65 kg ke 59 kg. Selain pencak silat, ia juga aktif berlatih tinju, kickboxing, dan MMA, yang semakin mempertajam strategi pukulan dan tendangannya.

Raffino menyampaikan bahwa dukungan keluarga, rekan latihan, serta kampus sangat membantunya untuk tetap konsisten berlatih di tengah kesibukan kuliah. Program Studi Arsitektur UNMER juga memberikan fasilitas latihan di Balai Merdeka serta apresiasi bagi mahasiswa berprestasi. Ia memegang prinsip bahwa hasil hari ini lahir dari usaha yang dilakukan kemarin—latihan membangun disiplin, ketahanan mental, dan kreativitas yang turut menunjang proses belajarnya di bidang arsitektur. Ke depan, Raffino menargetkan menjadi arsitek profesional sambil tetap menjalani dunia bela diri sebagai aktivitas produktif selama masa studinya.