
BKAnews – Di tengah kesibukan menyelesaikan skripsi dan laporan akhir, Siti Fauziah Lestari justru menorehkan pencapaian membanggakan. Mahasiswi semester 8 Program D4 Destinasi Wisata Universitas Merdeka Malang ini berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu pada ajang PORPROV Jatim IX 2025 di cabang olahraga Arung Jeram.
Fauziah turun di dua nomor beregu, yakni R4 dan R6, bersama tim Kota Malang. Pertandingan berlangsung ketat, menuntut kekuatan fisik, konsentrasi, serta kekompakan tim untuk menaklukkan derasnya arus sungai dan lawan-lawan tangguh. “Awalnya tegang banget, apalagi banyak tim lawan yang sudah sering juara. Tapi saat bersama tim, rasa gugup bisa hilang karena kami saling menguatkan,” ungkap Fauziah.
Persiapannya tidak main-main. Mulai dari latihan fisik rutin, latihan air di Dam Rolak, hingga menjaga pola makan menjadi bagian dari proses. Baginya, arung jeram bukan sekadar soal mendayung, tapi juga soal membangun rasa percaya dengan rekan setim. “Momen paling berkesan itu waktu training center. Kami tinggal di satu homestay, tiap malam ngobrol, bercanda, sampai diskusi strategi. Chemistry yang terbangun itu sangat penting di lapangan,” tambahnya. Sejak 2022, Fauziah aktif dalam UKM IMAPALA, dan PORPROV kali ini menjadi penampilan terakhirnya karena batasan usia. Itulah mengapa raihan medali terasa istimewa. “Ini last dance saya. Jadi benar-benar ingin memberikan yang terbaik. Alhamdulillah bisa menyumbang hasil untuk Malang sekaligus pencapaian pribadi,” ujarnya.
Dukungan pun datang dari berbagai pihak, mulai dari dosen pariwisata, pelatih, keluarga, hingga teman-teman organisasi. Walau fasilitas kampus untuk olahraga ini masih terbatas, ia tetap merasa beruntung. “Yang terpenting itu mental. Dukungan sekecil apa pun, kalau datang dari orang yang percaya, sudah cukup jadi penyemangat,” katanya. Setelah PORPROV, Fauziah belum menentukan langkah selanjutnya, namun ia tidak menutup kemungkinan untuk berkompetisi di tingkat nasional. “Kalau ada kesempatan, saya siap. Walaupun belum punya rencana jelas, kalau diberi jalan, pasti akan saya ambil,” harapnya.
Menutup kisahnya, Fauziah berpesan: “Selagi muda, manfaatkan setiap kesempatan. Jangan tunggu merasa siap. Ambil pengalaman sebanyak mungkin. Jangan sia-siakan waktu, karena waktu tidak bisa diulang,” tegasnya. Lewat semangat dan tekadnya, Fauziah telah membuktikan bahwa mahasiswa Unmer mampu menorehkan prestasi, bahkan di tengah derasnya arus sungai dan tekanan kompetisi.