
BKAnews – Nela Novita Sari, mahasiswa semester 2 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Merdeka Malang, sukses meraih prestasi gemilang di ajang International Business Plan Competition (IBPC) 2025 yang digelar oleh Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI).
Dalam kompetisi bergengsi ini, Nela tampil sebagai presenter utama tim pada kategori Creative Business dengan mengusung gagasan inovatif bertajuk DIGI FUSHION. Konsep ini menghadirkan platform terpadu yang mengintegrasikan sistem ERP, layanan konsultasi, serta digital marketing dalam satu ekosistem. “Banyak pelaku usaha modern ingin bertransformasi digital, tapi terkendala karena layanan biasanya terpisah. Lewat DIGI FUSHION, kami tawarkan solusi yang praktis, efisien, dan terintegrasi,” jelas Nela.
Keputusan untuk mengambil peran pitching bukan tanpa alasan. Nela yang memang tertarik pada dunia komunikasi bisnis merasa percaya diri berbicara di depan umum. Berbekal latihan intensif, ia berusaha menampilkan presentasi yang runtut, persuasif, sekaligus mudah dipahami juri. “Saya belajar cara mencuri perhatian sejak awal, supaya pesan kami tersampaikan dengan kuat dan berkesan,” ungkapnya.
Tantangan terbesar justru hadir saat ia harus mempresentasikan ide di hadapan juri internasional dalam bahasa Inggris. “Awalnya sempat grogi, apalagi takut salah istilah. Tapi saya ingat lagi tujuan utama: pulang membawa kemenangan. Itu yang bikin saya bisa fokus,” katanya sambil tersenyum.
Dalam presentasi, Nela menekankan keunggulan DIGI FUSHION sebagai solusi all-in-one yang belum banyak ditawarkan kompetitor. Ia juga menonjolkan sisi keuangan dengan memaparkan proyeksi bisnis yang meyakinkan: NPV mencapai Rp 560 juta pada tahun kelima, dengan Payback Period hanya 10 bulan. “Data ini jadi bukti bahwa ide kami bukan hanya kreatif, tapi juga layak secara finansial,” tegasnya.
Bagi Nela, ajang IBPC 2025 tidak sekadar kompetisi, melainkan pengalaman berharga yang mengasah keterampilan komunikasi sekaligus memperkuat keyakinan untuk mengembangkan bisnis pribadi. “Saya belajar bahwa strategi penyampaian yang tepat bisa membuat ide lebih diterima, bahkan membawa dampak nyata,” ujarnya antusias.
Menutup ceritanya, Nela memberikan motivasi kepada mahasiswa lain agar berani mengasah kemampuan public speaking. “Nggak harus langsung jago, semua bisa dilatih. Mulailah dari organisasi, tampil di kelas, atau ikut lomba kecil. Dari situ rasa percaya diri akan tumbuh dan siap untuk level yang lebih tinggi,” pungkasnya.