
BKSnews – Riuh sorak penonton, tiupan peluit wasit, dan semangat juang para atlet menjadi warna dalam laga cabang olahraga Bola Tangan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2025. Dari deretan pemain yang tampil menonjol, salah satunya adalah Priyanda Yusuf Prasetya Utama, mahasiswa semester 6 Teknik Sipil Universitas Merdeka Malang, yang berhasil membawa pulang medali perak bersama tim bola tangan Kota Malang.
Bersaing di kategori tim dengan 16 pemain (14 pemain inti dan 2 kiper), skuad Kota Malang tampil impresif. Salah satu momen paling berkesan terjadi di semifinal saat mereka berhasil menumbangkan tim unggulan Kabupaten Gresik. “Semifinal itu benar-benar menegangkan, tapi justru di situ kami buktikan kalau kekompakan bisa mengalahkan rasa takut,” kenang Priyanda. Untuk mencapai hasil tersebut, ia menjalani persiapan serius, mulai dari latihan 3–6 kali seminggu, menjaga pola makan dan istirahat, hingga diskusi strategi dengan tim dan pelatih. Ia juga rajin menganalisis pertandingan sebelumnya untuk memahami pola permainan lawan. “Saya tidak datang hanya untuk ikut, saya datang untuk memberikan hasil terbaik,” tegasnya.
Priyanda telah menekuni olahraga bola tangan sejak November 2020. Dukungan dari pelatih, orang tua, dan rekan satu tim menjadi pilar kekuatannya. “Saya tidak akan sampai sejauh ini tanpa mereka. Medali ini bukan hanya milik saya, tapi juga milik semua yang selalu mendukung,” ujarnya. PORPROV 2025 juga memberi kesan emosional tersendiri, terutama karena menjadi ajang terakhir bagi beberapa rekannya dan sang pelatih. “Kami bukan sekadar tim, tapi keluarga. Bisa memberikan medali perak di momen terakhir ini rasanya campur aduk: senang, bangga, dan haru,” katanya.
Dukungan kampus juga menjadi motivasi tambahan. UNMER Malang memberikan izin serta semangat melalui dosen maupun BEM yang ikut menyuarakan dukungan lewat media sosial. “Itu membuat saya semakin termotivasi untuk membawa nama kampus,” tambahnya. Meski UKM Bola Tangan belum ada di UNMER, Priyanda berharap prestasinya dapat membuka jalan bagi lahirnya wadah baru bagi mahasiswa pecinta olahraga ini. Terlebih kampus telah memiliki program beasiswa dan insentif bagi mahasiswa berprestasi di bidang olahraga.
Ke depan, Priyanda menargetkan untuk tampil di level nasional hingga PON (Pekan Olahraga Nasional), sekaligus berkontribusi pada perkembangan cabang olahraga bola tangan di Malang. “Saya ingin olahraga ini semakin dikenal dan diminati generasi muda, agar makin banyak yang bisa berprestasi,” tutupnya.