BKAnews – Prestasi gemilang kembali hadir dari mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Maylitha Angelina Dya Ayu Pratiwi, mahasiswi semester 6 Program Studi Manajemen, sukses meraih medali perak pada ajang PORPROV Jawa Timur 2025 di cabang olahraga Kurash, yang digelar di Kota Malang.

Kurash sendiri merupakan olahraga bela diri yang relatif baru di bawah naungan KONI Kota Malang. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan langkah Maylitha untuk tampil maksimal. Sebelumnya ia adalah atlet Judo, dan karena kebutuhan regenerasi atlet, ia dialihkan ke Kurash yang memiliki teknik hampir serupa. Selama satu tahun terakhir, ia menjalani program latihan intensif dua kali sehari, pagi dan sore. “Latihan saya cukup padat. Alhamdulillah dukungan datang dari pelatih, orang tua, dan kampus. Bahkan kampus memberikan izin saat ada agenda, hingga membantu secara finansial saat event 17 Agustus,” ungkapnya.

Perjalanan menuju medali perak tentu tidak mulus. Maylitha sempat mengalami cedera pergelangan kaki yang membuatnya sulit berjalan selama sepekan dan harus menunda latihan berat selama satu bulan penuh. Tantangan lain datang dari padatnya tugas kuliah, sehingga ia harus pandai mengatur waktu antara kewajiban akademik dan persiapan bertanding. Saat turun ke arena, beban moral sebagai tuan rumah sempat membuatnya gugup. “Ada tekanan untuk bisa meraih emas, tapi saya tetap berusaha semaksimal mungkin. Alhamdulillah, hasilnya bisa menyumbang perak untuk Kota Malang,” jelasnya.

Meski belum sempat melaporkan pencapaiannya secara resmi kepada kampus, Maylitha menyampaikan terima kasih atas dukungan para dosen yang memudahkannya mengurus perizinan kegiatan. Baginya, momen Training Center (TC) hingga atmosfer pertandingan menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan.

Lebih dari sekadar prestasi olahraga, raihan ini juga memberi dampak positif dalam kehidupan akademiknya. “Alhamdulillah uang pembinaan dari PORPROV ini bisa membantu biaya UKT semester depan, bahkan cukup untuk ditabung hingga lulus,” tuturnya. Ke depan, Maylitha menargetkan bisa lolos menuju PON 2026. Ia juga menitipkan motivasi untuk mahasiswa lain: “Akademik dan non-akademik harus seimbang. Terus berusaha, karena usaha tidak akan mengkhianati hasil.”