
BKANews – Kegiatan training Character Building yang dilaksanakan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, diawali dengan pretest dari pihak Djarum untuk mengukur sejauh mana peserta memahami karakter diri sebelum menghadapi rangkaian aktivitas outdoor. Selama pelatihan, peserta dibagi menjadi delapan kelompok dan mengikuti berbagai tantangan yang dirancang untuk mengasah kemampuan fisik, mental, dan kerja sama tim. Setiap aktivitas memiliki tujuan pengembangan karakter yang berbeda, mulai dari keberanian, daya juang, kepedulian, hingga adaptasi dalam kondisi yang tidak terduga.
Pada aktivitas wall climbing, peserta diuji kecepatan dan ketangguhannya dalam menaklukkan dinding panjat. Tantangan ini memunculkan rasa ingin tahu terhadap kemampuan diri sekaligus melatih grit, yaitu ketekunan untuk terus berusaha hingga mencapai puncak. Dilanjutkan dengan A Frame Robot, tiap kelompok membangun rangka berbentuk huruf “A” dan mengoperasikan “robot” untuk membawa air dari satu titik ke titik lainnya. Aktivitas ini menumbuhkan curiosity, initiative, social awareness, serta ketahanan peserta saat menghadapi tugas yang membutuhkan strategi dan kolaborasi erat.

Selanjutnya, permainan high rope menguji keberanian peserta dalam melewati empat rintangan di ketinggian. Di sini, kemampuan adaptability sangat diasah karena peserta harus menyesuaikan diri dengan situasi baru yang menantang. Peran sebagai climber, belayer, dan supporter juga melatih kepedulian serta dukungan antar anggota tim. Hal serupa terjadi pada aktivitas canoe, di mana peserta belajar membaca peta, menggunakan kompas, dan mendayung menuju titik koordinat tertentu. Tantangan ini memperkuat daya juang, rasa ingin tahu, kemampuan beradaptasi, serta empati, terutama ketika kelompok lain tertinggal atau menghadapi kesulitan di tengah kondisi hujan.
Kegiatan ditutup dengan rafting, yaitu merakit perahu dari bambu dan drum untuk digunakan menyebrangi perairan menuju pulau tujuan. Aktivitas ini mengajarkan strategi, kreativitas, kerja sama, dan kepedulian dalam situasi alam bebas yang minim fasilitas. Setelah seluruh rangkaian selesai, peserta kembali ke basecamp dan mengikuti post test untuk mengukur perkembangan karakter mereka setelah melewati pengalaman survive di lingkungan yang penuh tantangan.