BKAnews – Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka (UNMER) Malang bersama pimpinan universitas melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi di lokasi KKN mahasiswa yang berpusat di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung implementasi program kerja mahasiswa serta memastikan keberlanjutannya dalam konteks pemberdayaan masyarakat. Tiga desa yang menjadi lokasi kunjungan meliputi Desa Dalisodo, Desa Jedong, dan Desa Sitirejo. Setiap kelompok KKN merancang program unggulan yang disesuaikan dengan potensi dan permasalahan yang ada di masing-masing desa.

Revitalisasi Wisata di Desa Dalisodo
Kelompok 7 yang diketuai oleh Dimas Kumbang Prayoga (Program Studi Ilmu Komunikasi) menetapkan revitalisasi wisata sebagai program prioritas. Inisiatif ini diwujudkan melalui pembangunan gazebo, prasasti identitas, papan penunjuk arah, serta pembuatan video profil dan situs web untuk mempromosikan Pancuran Mbok Rondo Kuning, yang merupakan daya tarik wisata alam utama desa tersebut. Menurut Dimas, upaya revitalisasi ini bertujuan untuk menciptakan tata kelola kawasan wisata yang lebih tertata, estetis, dan nyaman bagi pengunjung. Program ini dirancang agar dapat dilanjutkan oleh masyarakat setempat, misalnya melalui penambahan fasilitas taman wisata maupun papan informasi sejarah. Pemerintah desa juga berencana melakukan pengembangan lanjutan dalam dua bulan ke depan.

Trash for Change: Bank Sampah Desa Jedong
Di Desa Jedong, Kelompok 19 di bawah kepemimpinan Qonitah Qorri Aina (Program Studi Psikologi) menginisiasi program Trash for Change sebagai bentuk pengelolaan limbah yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Mahasiswa mendirikan bank sampah berukuran 2,5 meter, papan edukasi, komposter organik, serta taman mini yang memanfaatkan botol bekas. Bank sampah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah kering, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan pengolahan ulang limbah. Dengan dukungan perangkat desa, kelompok PKK, serta tokoh masyarakat, diharapkan program ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Saat ini, pengelolaan bank sampah difokuskan pada plastik, kaca, dan logam, namun berpotensi dikembangkan untuk jenis limbah lainnya.

Eco Greenhouse dan Eco Fish Farming di Desa Sitirejo
Sementara itu, Kelompok 21 yang diketuai oleh Rizal Aditya Akbar (Program Studi Ilmu Komunikasi) mengembangkan program unggulan berupa pembangunan Eco Greenhouse yang mendukung konsep Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu PKK di Dusun Temu untuk menanam berbagai komoditas hortikultura seperti tomat, sawi, terong, cabai, dan seledri. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan inovasi Eco Fish Farming berbasis akuaponik sederhana, yang mengombinasikan budidaya ikan lele dengan tanaman kangkung. Teknologi automatic water leveling control diterapkan untuk menjaga kestabilan kualitas air sehingga budidaya lebih efisien dan ramah lingkungan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan sekaligus membuka peluang usaha masyarakat.

Apresiasi dan Keberlanjutan Program
Kunjungan lapangan yang melibatkan YPTM, Rektor, serta LPPM UNMER Malang menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi mahasiswa KKN. Dalam kesempatan tersebut, universitas memberikan rekomendasi pengembangan, termasuk pendaftaran inovasi Eco Greenhouse dalam ajang Lomba Inovasi Teknologi (INOTEK) Kota Malang serta pemanfaatan media sosial untuk publikasi berkelanjutan. Melalui pelaksanaan program KKN ini, UNMER Malang menegaskan komitmen “Kampus Berdampak, Desa Berdaya”, yang merefleksikan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial berkelanjutan. Inovasi mahasiswa yang mencakup revitalisasi wisata, pengelolaan sampah, dan pengembangan pertanian ramah lingkungan menjadi bukti nyata kontribusi dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).